Email: rig369@yahoo.com
Pin BB: 32F2CC70
   
HOME
PROFIL
TESTIMONI
ARTIKEL
LINKS
DOWNLOAD
KONTAK
  COMMUNICATION - CAMPAIGN  
 
Mengubah Kampanye Pemasaran dengan Cerdas di Era Downturn
(05/02/2013)

Perubahan dan pembaharuan selalu menjadi bagian dari siklus bisnis. Siklus bisnis yang menurun kali ini memicu banyak bisnis mengubah strateginya, termasuk dalam hal kampanye pemasaran. Mereka berusaha merespon perubahan yang ada di pasar dengan mengeluarkan kampanye pemasaran baru.

Berikut ini adalah beberapa contoh kasus mengenai beberapa perusahaan yang melakukan perubahan kampanye pemasarannya:

AIG Life: Togerther Stronger
AIG Life berjuang untuk keluar dari krisis yang membelit tubuh AIG salah satunya dengan cara memperkenalkan tema pemasaran baru, yakni ‘Together Stronger’ yang mulai kini akan menjadi tema inti dan konsep bagi seluruh produk-produk inovatif yang mereka keluarkan. ‘Together Stronger’ meliputi proteksi untuk tiap siklus kehidupan yang masing-masing punya subtema tersendiri, yakni: Live Stronger (asuransi jiwa), Start Stronger (asuransi pendidikan), Feel Stronger (asuransi kesehatan), Grow Stronger (asuransi bertujuan investasi) dan Retire Stronger (asuransi masa pensiun).

Ini merupakan langkah yang cerdas, karena dengan cara ini maka AIG Life mengintegrasikan seluruh produk asuransi mereka ke dalam satu payung kampanye pemasaran. Melalui kampanye ini, maka target pasar diharapkan bisa melihat bahwa kelima jenis asuransi tersebut sama-sama mereka butuhkan, karena memberikan perlindungan yang optimal pada setiap siklus kehidupan. Sehingga, kampanye pemasaran ini diharapkan bisa mendorong angka kepemilikan polis asuransi dan turut mendorong perkembangan AIG.

Wal Mart: Save Money, Live Better
Dulu, Wal-Mart dikenal dengan slogan mereka “Always Low Prices“. Namun, seiring dengan perekonomian yang melemah, konsumen yang memangkas pengeluaran, maka Wal-Mart mengubah kampanye pemasaran mereka. Slogan Wal-Mart berubah menjadi “Save Money, Live Better“ yang berarti dengan menghemat pengeluaran, maka keluarga bisa hidup dengan lebih baik. Secara implisit, pesan tersebut berujar “berbelanjalah di Wal-Mart, karena lebih murah“.

Ini bukan hanya sekedar slogan, karena Wal-Mart memang melakukan pemangkasan lebih jauh lagi terhadap harga jualnya. Hasilnya, hingga kuartal 3 ini Wal-Mart masih mencatatkan hasil yang cukup kuat, yakni laba yang naik menjadi $3.03 miliar dibandingkan dengan $2.85 miliar pada kuartal yang sama tahun lalu. Hal ini menandakan bahwa meskipun konsumen memangkas pengeluaran, maka ketika mereka melakukan konsumsi, mereka beralih kepada Wal-Mart.

Burger King: Menebar Dompet
Sayangnya, kisah yang akan saya ceritakan berikut ini hanya terjadi di Amerika Serikat saja. Di Indonesia? Setidaknya saya belum pernah mendengar ada cerita serupa. Pemasaran yang dilakukan Burger King cukup unik dan ‘out of the box’. Langkah pemasaran ini jarang diekspos oleh media massa besar, namun sudah menyebar diantara blogger yang menceritakan pengalamannya bersama Burger King.

Sejumlah pelanggan menemukan dompet yang jatuh di jalan, dan mereka menemukan bahwa didalamnya terdapat catatan supaya mereka menyimpan dompet dan seluruh isinya. Ketika dompet tersebut dibuka, isinya beraneka ragam, mulai dari uang cash senilai $1 hingga $100, gift card dari Burger King senilai $5 hingga $20, sebuah lisensi SIM milik ‘The King’ dan peta Burger King untuk wilayah Chicago atau Orlando.

Burger King menjatuhkan dompet di area yang random, dan sejauh ini baru terlihat di beberapa wilayah saja. Strategi ini cerdas dan cukup unik, karena mendorong orang untuk datang dan menggunakan gift card dan cash yang dimilikinya untuk mengkonsumsi Burger King. Apalagi pada masa downturn seperti ini, ketika sepeser uang menjadi makin bernilai. Langkah ini cerdas, karena selain bertujuan untuk mendorong konsumsi, pemasaran ini juga turut mengangkat nama dan image Burger King.

Untuk mengatasi masalah, maka perlu dilaksanakan langkah, salah satunya adalah dengan mengubah kampanye pemasaran. Bagaimana dengan kampanye pemasaran Anda? Apakah masih relevan dengan kondisi perekonomian terkini?

 
 
 
 
 
Index
 
 
GALERI FOTO (CAMPAIGN)
Tidak ada data.
VIDEO (CAMPAIGN)

Social Media 101: How to Start a Business Marketing Plan
Arsip>>
COMMUNICATION
>  Marketing Communication
>  Branding
>  Campaign
>  Media Relations
>  Digital-Social Media
>  Retention/CRM
MULTIMEDIA
>  Photography
>  Videography
>  Design Graphic & Printing
>  Advertising
>  Ghost Writer & Editor
>  Inhouse Magazine
SERVICES
>  Event Organizer
>  Training
>  Research
>  Maintenance
>  Rent Car
RESOURCES
>  Property
>  Trading
>  Supplier
>  Project of Disability
>  Hajj and Umrah
Copyright Layanmultimedia.com, 2013
Concept & Design by Rahmintama