Email: rig369@yahoo.com
Pin BB: 32F2CC70
   
HOME
PROFIL
TESTIMONI
ARTIKEL
LINKS
DOWNLOAD
KONTAK
  COMMUNICATION - MARKETING COMMUNICATION  
 
Komunikasi Pemasaran atau Marketing Communication (Marcomm)
(04/06/2013)

Pada era globalisasi perdagangan, investasi, teknologi dan informasi bidang kerja komunikasi dan penjualan/marketing semakin erat terkait.  Artinya, bila dikaitkan dengan pemasaran produk/jasa ke pelanggan, terlihat kaitan yang sangat erat antara proses marketing dengan proses komunikasi diantara produsen dengan pelanggan dan calon pelanggannya.

Sebagai contoh: sejak penentuan design produk (dalam kasus perguruan tinggi misalnya pembentukan suatu program studi), kemasan (kurikulum, jenjang pendidikan), saluran distribusi, isi pesan iklan, pemasaran langsung/tidak langsung, sampai pelayanan purna jual (pelayanan mahasiswa, konseling, bimbingan belajar) semuanya terkait dengan proses komunikasi dan marketing.

Menurut Schultz (1994), pada era sembilan-puluhan (1990an) marketing dan komunikasi merupakan bidang yang tidak terpisahkan.  Keduanya merupakan suatu keterpaduan yang akan menjadi suatu keunggulan daya saing (competitive advantage) yang berkelanjutan (hlm. 45-47).

Ada sejumlah istilah yang digunakan untuk menggambarkan komunikasi marketing, antara lain yaitu: Mixed Media Marketing Communication (MMMC), Integrated Marketing Communication (IMC), Maxi Marketing, dan Individualized Marketing. Yang semuanya pada dasarnya menggambarkan bahwa komunikasi penjualan berbeda dengan marketing.

Jika marketing dapat digambarkan sebagai sesuatu yang terdiri proses 4 tahap, yaitu:

  1. mengembangkan produk atau jasa,
  2. menciptakan harga untuk produk/jasa tersebut,
  3. mengkomunikasikan informasi tentangnya melalui berbagai communication channel, baik yang langsung maupun tidak langsung, dan
  4. mengkoordinasikan distribusinya, untuk memastikan aksesibilitas produk/jasa oleh konsumen.  Maka komunikasi pemasaran adalah hanya proses tahap ketiga dari keseluruhan proses pemasaran tersebut. (Smith, Jeanette, 1996).


Stan Rapp dan Tom Collins (dalam Jeanette Smith, 1996) menyatakan bahwa individualized marketing adalah “Suatu program komunikasi pemasaran yang terintegrasi, langsung dari advertiser kepada kelompok masyarakat yang telah diseleksi, apakah melalui surat, brosur, kaset-audio, kaset-video, pesan melalui telepon, disket komputer, event/peristiwa yang disponsori, atau melalui sarana lain dalam bentuk kontak langsung.”  Pernyataan ini mengandung makna bahwa komunikasi marketing merupakan suatu aktivitas mengkoordinasikan dan mengintegrasikan upaya marketing melalui komunikasi mixed-media.

Schultz (1994) mendefinisikan komunikasi marketing terpadu sebagai upaya untuk berbicara dengan orang-orang yang membeli atau tidak membeli produk/jasa, berdasarkan apa yang mereka lihat, dengar, rasakan.  Hal ini berarti mengundang respon, bukan hanya komunikasi satu arah (monolog), juga ada unsur tanggung jawab terhadap hasilnya (menghasilkan tingkat pengembalian investasi) (hlm. xvii).

Selanjutnya Schultz (1994) menyatakan bahwa ada dua titik sentral dalam pendekatan komunikasi marketing: pertama, adalah latar belakang atau rujukan pengalaman dari pengirim pesan (sender) dan penerima pesan (receiver). Untuk bisa berkomunikasi secara baik, keduanya perlu memahami latarbelakang pengalaman masing-masing.

Kedua, pendekatan komunikasi antar pribadi yang didasarkan pada kebutuhan untuk pertukaran informasi dan pengalaman secara berkelanjutan antara pengirim pesan (produsen) dengan penerima pesan (konsumen). Dalam hal ini produsen atau pemasar mencari dan mengolah informasi dari setiap pelanggan secara individual yang tersimpan di bank data perusahaan.

Di lain pihak, pelanggan berkeinginan untuk berkomunikasi dengan produsen/pemasarnya dengan cara melakukan transaksi, menjawab pertanyaan dalam survey yang dilakukan oleh pemasar dan bertanya tentang hal-hal yang belum jelas baginya (pelanggan).  Dengan cara seperti ini keterkaitan pengalaman diantara keduanya semakin besar, sehingga dapat dihindari pemborosan/ ketidakefisienan dalam program komunikasi marketing.

Sejalan dengan pengertian di atas, DeLozier dkk. (1976) memberikan batasan tentang komunikasi pemasaran sebagai berikut: “Komunikasi pemasaran adalah suatu dialog yang berkesinambungan antara para pembeli dan penjual dalam suatu arena pasar.”  Dalam hal ini, komunikasi pemasaran sebagai pertukaran informasi dua arah dan persuasi yang memungkinkan proses pemasaran berfungsi lebih efektif dan efisien.

Berkaitan dengan elemen bauran komunikasi pemasaran, Coulson- Thomas (1985) menyebutkan bahwa terdapat enam elemen, yaitu: periklanan, kunjungan salesman, materi promosi, kemasan produk, hubungan masyarakat (Humas) dan penanganan keluhan pelanggan.  Sementara itu, DeLozier (1976) menyatakan bahwa elemen komunikasi pemasaran terdiri dari: komunikasi melalui saluran distribusi, periklanan, armada penjualan, promosi penjualan dan publisitas serta kemasan produk (hlm. 174-268).

Berdasarkan beberapa pendapat di atas maka dapat dikatakan bahwa faktor utama (determinan) yang berperan dalam komunikasi pemasaran adalah:

1) Rancangan Isi/materi Pesan atau informasi (message),

2) Media Komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan/informasi (mixed-media marketing effort),

3) Promosi/Periklanan,

4) Hubungan Masyarakat/Humas, Pelayanan Pelanggan (customer service),

5) Kemasan Produk (packaging), dan

6) Komunikasi melalui saluran Distribusi. 

Bila menggunakan pendekatan sistem dalam analisis hubungan komunikasi marekting dengan kualitas pelayanan pelanggan, maka ke-enam determinan ini berperan sebagai input bagi proses penyusunan strategi komunikasi pemasaran guna menghasilkan kualitas pelayanan pelanggan yang baik (output).



Model Marketing Communication

Keterpaduan rancangan komunikasi dan marketing dinyatakan oleh Schultz, Tannenbaum dan Lauterborn (1994) dalam suatu proses yang terdiri dari tujuh tahap, yaitu:

1) Bank data, klasifikasi dan segmentasi konsumen,

2) Contact management, menemukan waktu, tempat dan situasi yang tepat untuk berkomunikasi dengan pelanggan atau calon pelanggan,

3) Sasaran dan strategi komunikasi, isi pesan dan strategi media,

4) Brand-network, menanamkan atau membentuk persepsi pelanggan tentang citra merek produk/jasa, 

5) Sasaran pemasaran, mempertahankan atau menaikkan tingkat pemakaian produk,

6) Teknik komunikasi pemasaran, yang digunakan untuk mencapai sasaran marketing, dan

7) Taktik komunikasi pemasaran, beberapa taktik dasar antara lain adalah:  pemasaran langsung, perikalanan, promosi penjualan, Humas, promosi melalui ajang khusus, bentuk kemasan produk (hlm. 47-281).



Strategi Komunikasi Pemasaran

Rancangan strategi komunikasi pemasaran terpadu mencakup sepuluh langkah, yakni:

1) Target/Consumer Buying Incentive, menelusuri persepsi pelanggan/konsumen dan calon pelanggan tentang produk/jasa yang ditawarkan oleh institusi/organisasi,

2) Realitas produk dan persepsi pelanggan/konsumen, semua fakta tentang produk/jasa (materi, keunikan, fisik/non-fisik),

3) Mengenali situasi persaingan, pangsa pasar pesaing, brand-network, teknik komunikasi pemasaran yang dilakukan,

4) Mengetahui competitive consumer benefit, manfaat kunci dari produk/jasa organisasi,

5) Program komunikasi pemasaran untuk consumer benefit, menciptakan kepercayaan akan manfaat produk,

6) Menciptakan brand personality, keunikan dan identitas merek produk/jasa,

7) Menetapkan sasaran dan tindakan komunikasi, bagaimana agar isi pesan dipahami, diterima, dan ditanggapi oleh pelanggan/konsumen atau calon pelanggan,

8) Menciptakan efek perseptual, nilai persepsi pelanggan/konsumen atau calon pelanggan,

9) Menemukan consumer contact points, saat/kondisi dan media yang tepat untuk menjangkau pelanggan/konsumen atau calon pelanggan untuk menyampaikan pesan penjualan, dan

10) Merencanakan riset untuk masa mendatang, yang perlu dilakukan untuk mengembangkan strategi komunikasi pemasaran kearah yang lebih baik (Schultz dkk, 1994, hlm. 70-86).

 
 
 
 
 
Index
 
 
GALERI FOTO (MARKETING COMMUNICATION)
       
Arsip>>
VIDEO (MARKETING COMMUNICATION)
Get the Flash Player to see this player.
Kegiatan Konsultasi Marketing Communication
Arsip>>
COMMUNICATION
>  Marketing Communication
>  Branding
>  Campaign
>  Media Relations
>  Digital-Social Media
>  Retention/CRM
MULTIMEDIA
>  Photography
>  Videography
>  Design Graphic & Printing
>  Advertising
>  Ghost Writer & Editor
>  Inhouse Magazine
SERVICES
>  Event Organizer
>  Training
>  Research
>  Maintenance
>  Rent Car
RESOURCES
>  Property
>  Trading
>  Supplier
>  Project of Disability
>  Hajj and Umrah
Copyright Layanmultimedia.com, 2013
Concept & Design by Rahmintama